Minggu, 27 Mei 2018

18:110


Semarang, 26 Mei 2018
23:54

Ku kira, kehidupan yang ku jalani sebelumnya adalah yang paling benar,
Merasa sudah bahagia dan bisa apa saja dalam keangkuhan.
Hingga aku menemuimu. Kau tunjukan betapa sepinya kehidupanku, kau tunjukan padaku untuk begini-begitu agar hidupku lebih bahagia katamu.
Lalu kau entah kemana, bahkan tidak menjawab pertanyaanku. Lalu, apa maksudmu sebelumnya?
Bodoh sekali bukan aku yang mengikuti mu?
Aku marah, marah sekali.

Bagiman pun itu, kamu benar. Aku sekarat dan kesepian.
Percuma saja selama ini akju berusaha mengenali banyak orang, menemui mereka.
Yang ku tuju hanya aku sendiri, egois sekali.
Barangkali itu maksudmu, atau bukan?
Haha.. tidak penting bukan, apa maksudmu. Toh kamu apa?
Hanya orang yang kutemui di persimpangan jalan. Lalu, selayaknya terlupakan bukan?

‘Ajaklah beberapa teman agar hidupmu lebih bahagia’ katamu. Kau sendiri menjauhiku.
Sejujurnya, kau buka mataku pada hal yang seharusnya ku tahu.
Oke baiklah, terimaksih.

Perlahan-lahan, aku membuka mata, menerima segalanya. Berusaha menemui mereka dengan pantas.
Kurasai lebih kebahagiaan, dan sedikit ketenangan. Mungkin itu yang kau ingin aku tahu.
Kau tahu? Itu berarti sekali untuk ku.
Semakin hari, aku merasa semakin mendapati yang harusnya ku cari.
Kemudian lagi, ku temui beberpa di antara mereka dihiasi kebohongan.
Aku ingin menarik diri, kenyataanya aku lupa cara hidup lama ku.
Lalu kunikmati saja sebagian kebohongan mereka.
Mau tidak mau, yang terlalu jujur sepertimu sedidkit menyakitkan bukan?
Meski kebohongan itu mengecewakan.

Terimakasih, kau membukakan satu pintu untuk ku tuju lalu pergi tanpa catatan bagimana aku harus bertahan.
Sehingga dapat ku sebut ini hidupku sendiri, ini caraku sendiri. Setidaknya tidak semua yang ku dapat adalah hutang kepada mu.
Terimakasih mereka yang melewati banyak hal bersamaku, membantuku, tanpa meninggalkan.
Dan kamu, semoga bahagia dengan cara mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

aku bertanya

Apa jawabmu bila kutanya tentang teman ? ia segalanya bagimu ? atau pengalih sepi mu saja? aku gadis 22 tahun yang memulai ingin mengerti s...