Rabu, 23 Agustus 2017

Tidak Pantas

Malam selalu menjadi saat yang tepat untuk menuai rasa, mengungkapkan segalanya, sendu senang gelisah atau apa pun yang menekan jiwa. Menjemput kesyahduan.
Banyak yang ingin ku ungkap kali ini, segala rasaku dari malam-malam kemarin.
Deru angin dari kipas yang sengaja kuhidupkan dengan kencang, menerpaku. Gemuruhnya meski cuckup keras namun tak menutup suara gerak daun yang tertiup angin dari luar yang masih dapat ku dengar sayup. Kali ini aku duduk sendirimenghadap layar,merelakan sedikit malam tidurku untuk  menulis. Ya aku mencoba menulis. Meski selalu dan selalu saja seperti ini. Sulit.
Masih juga ku fikirkan banyak hal, kekhawatiran yang bisa jadi memang tidak ada artinya. Aku merasa takut membayangkan apa jadinya. Sejak awal aku memag tidak pernah siap, aku memang takut, dan kalah. Dan aku begitu malu telah menerima segalanaya dengan begitu polos, terburu-buru tanpa mengerti apa pun juga. Aku menyesal atas ‘iya’ –ku kala itu. Aku ciut dan manjadi pengecut.
Kau pasti sadar bahwa aku tak pantas, kau tahu bukan? Namun mengapa kalian semua diam? Tolong katakan padaku, ambil semua yang telah ku terima. Aku tidak sanggup. Tidak pantas.
Bantu aku, jangan menuntut apa yang aku tak tahu. Bahkan kau ingkar bukan? Sungguh aku ingin berhenti.sekarang juga. Sejak dahulu.

Jika kau bacai kata-kataku ini, maka tolonglah aku. Ajarkan bagaimana harus kuletakan ini dengan baik, tentu kau juga berharap siapa pun yang akan menggenggamnya nanti adalah orang-orang yang tepat.
x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

aku bertanya

Apa jawabmu bila kutanya tentang teman ? ia segalanya bagimu ? atau pengalih sepi mu saja? aku gadis 22 tahun yang memulai ingin mengerti s...